Mengenai Saya

Foto saya
My formal education : SMPN 4 Bekasi, SMAN 4 Bekasi. I'm a university student in Gunadarma University. Faculty of Economics. Bachelor Degree of Management. Strata 1. Class 3 EA 10 ( superior class ). NPM 10208241 Please visit http://10208241.student.gunadarma.ac.id/kursus.html http://10208241.student.gunadarma.ac.id/tugas.html My handphone number +62 856 9755 2992. Give priority to education. Competence, idea, initiative, optimist, logical, spirit. Working with professionalism. I believe with my ability..

Kamis, 11 November 2010

PERILAKU KONSUMEN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA





Mata Kuliah Softskill : Perilaku Konsumen.


PERILAKU KONSUMEN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA







BAB I 
PENDAHULUAN



Perilaku pembelian konsumen pada dasarnya merupakan proses memilih, membeli dan menggunakan produk untuk memenuhi kebutuhan
Dalam proses memilih, membeli dan menggunakan produk tersebut konsumen memiliki pola tingkah tersendiri. Pola tingkah laku konsumen tersebut dipengaruhi oleh faktor- faktor tertentu.
Faktor utama yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor kebutuhan seperti budaya dan kelas sosial. Faktor sosial seperti kelompok refensi, keluarga, peran dan status sosial konsumen, faktor pribadi seperti usia, tahap siklus hidup, kepribadiaan dan konsep diri serta faktor psikologis seperti motivasi, persepsi, belajar kepercayaan dan sikap.
Faktor inilah yang akan menentukan apa dan bagaimana konsumen menentukan pilihannya dalam menggunakan suatu produk.



BAB II 
PEMBAHASAN



Dalam perilaku konsumen terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen. Faktor tersebut dibedakan menjadi dua, yaitu : Faktor Internal dan Faktor Eksternal.
1. Faktor internal
Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. 
1. Faktor Internal
Faktor internal atau faktor yang berasal dari pribadi konsumen terdiri dari :
a. Umur dan Tahapan dalam Siklus Hidup
Konsumsi seseorang dibentuk oleh tahapan siklus kehidupan keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis. Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya.
b. Keadaan Ekonomi
Yang dimaksud dengan keadaan ekonomi seseorang adalah terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya (termasuk presentase yang mudah dijadikan uang), kemampuan untuk meminjam dan sikap terhadap mengeluarkan lawan menabung.
c. Gaya Hidup
Gaya hidup merupakan sebuah penggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam Sakinah,2002). Menurut Susanto (dalam Nugrahani,2003) gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku. Oleh karena itu banyak diketahui macam gaya hidup yang berkembang di masyarakat sekarang misalnya gaya hidup hedonis, gaya hidup metropolis, gaya hidup global dan lain sebagainya. 
Gaya hidup hanyalah salah satu cara mengelompokkan konsumen secara psikografis. Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Pendekatan gaya hidup cenderung mengklasifikasikan konsumen berdasarkan variabel-variabel Activity, Interest, Opinion, yaitu aktivitas, interes (minat), dan opini (pandangan-pandangan). Menurut Setiadi sikap tertentu yang dimiliki konsumen terhadap suatu objek tertentu bisa mencerminkan gaya hidupnya. Gaya hidup seseorang bisa juga dilihat dari apa yang disenangi, ataupun pendapatnya mengenai objek tertentu
d. Kepribadian
Kepribadian adalah karakteristik psikologis seseorang yang menentukan dan merefleksikan bagaimana seseorang merespon lingkungannya (Schiffman & Kanuk , 2000). Berdasarkan definisi ini maka bisa disimpulkan bahwa yang ditekankan adalah karakter-karakter internal termasuk didalamnya berbagai atribut, sifat, tindakan yang membedakannya dengan orang lain..Kepribadian bisa dijelaskan dengan menggunakan ciri-ciri seperti kepercayaan diri, dominasi, otonomi, ketaatan, kemampuan bersosialisasi, daya tahan dan kemampuan beradaptasi. Secara praktis konsep kepribadian dapat didifinisikan sebagai seperangkat pola perasaan, pemikiran dan perilaku yang unik yang menjadi standar respon konsumen untuk berbagai situasi sangat berguna dalam menganalisa perilaku konsumen.
e. Pekerjaan
Pekerjaan seseorang juga mempengaruhi perilaku konsumen dalam menggunakan suatu produk atau jasa. Semakin baik pekerjaan, maka akan semakin tinggi penghasilan yang diperoleh, tentu konsumen tersebut akan semakin selektif dalam memilih.


2. Faktor Eksternal 
Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli. 
a. Faktorbudaya 
Budaya nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, aturan-aturan dan norma-norma yang melingkupi suatu kelompok masyarakat akan mempengaruhi sikap dan tindakan individu dalam masyarakat tersebut. Sikap dan tindakan individu dalam suatu masyarakat dalam beberapa hal yang berkaitan dengan nilai, keyakinan aturan dan norma akan menimbulkan sikap dan tindakan yang cenderung homogen. Artinya, jika setiap individu mengacu pada nilai, keyakinan, aturan dan norma kelompok, maka sikap dan perilaku mereka akan cenderung seragam. Setiap kelompok masyarakat tertentu akan mempunyai cara yang berbeda dalam menjalani kehidupannya dengan sekelompok masyarakat yang lainnya. Cara-cara menjalani kehidupan sekelompok masyarakat dapat didefinisikan sebagai budaya masyarakat tersebut. Satu definisi klasik mengenai budaya adalah sebagai berikut: "budaya adalah seperangkat pola perilaku yang secara sosial dialirkan secara simbolis melalui bahasa dan cara-cara lain pada anggota dari masyarakat tertentu (Wallendorf & Reilly dalam Mowen: 1995)". Definisi di atas menunjukkan bahwa budaya merupakan cara menjalani hidup dari suatu masyarakat yang ditransmisikan pada anggota masyarakatnya dari generasi ke generasi berikutnya. Proses transmisi dari generasi ke generasi tersebut dalam perjalanannya mengalami berbagai proses distorsi dan penetrasi budaya lain. Hal ini dimungkinkan karena informasi dan mobilitas anggota suatu masyarakat dengan anggota masyarakat yang lainnya mengalir tanpa hambatan. Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen.Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
b. Keluarga

Keluarga (family) adalah kelompok yang terdiri dari dua atau lebih orang yang berhubungan melalui darah, perkawinan atau adopsi dan tinggal bersama.Keluarga inti (nuclear family) adalah kelompok langsung yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang tingga bersama. Keluarga besar (extended family) mencakup keluarga inti, ditambah kerabat lain, seperti kakek-nenek, paman dan bibi, sepupu dan kerabat karena perkawinan. Keluarga dimana seseorang dilahirkan disebut keluarga orientasi (family of orientation), sementara keluarga yang ditegakkan melalui perkawinan adalah keluargaprokreasi (family of procreation).Pengertian rumah tangga dan keluarga kadang-kadang diartikan sebagai sesuatu yang tidak berbeda. Padahal, dua istilah itu mempunyai pengertian yang berbeda dan tentu saja mempunyai makna yang berbeda pula. Kasali (1999) mendefinisikan keluarga sebagai sebuah rumah tangga yang anggota-anggotanya diikat oleh darah, perkawinan atau adopsi. Sedangkan rumah tangga tidak selalu berisi anggota masyarakat yang diikat oleh hubungan keluarga. Dengan demikian ada rumah tangga yang bukan keluarga (nonfamily household), misalnya ada sekelompok mahasiswa yang tinggal bersama dalam satu rumah. Dalam hal itu mereka bisa dikatakan satu rumah tangga, tetapi bukan satu keluarga. Di Indonesia pada tahun 1996 ada sekitar 111,3 juta penduduk yang berusia di atas 20 tahun, atau sekitar 56,1% dari total populasi penduduk di Indonesia. Jumlah keluarga sebanyak itu merupakan pasar potensial yang sangat penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu akan dibahas bagaimana pola pengambilan keputusan di antara anggota-anggota keluarga, siapa mempengaruhi siapa, dan bagaimana keputusan pembelian suatu item produk diambil.

c. Kelas Sosial

Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Kelas social merupakan pelapisan sosial yang terjadi pada msyarakat. Dalam setiap masyarakat terdapat kelas sosial. Pelapisan sosial terjadi karena dalam suatu masyarakat ada sesuatu yang dianggap bernilai. Orang yang memiliki sesuatu yang bernilai dalam jumlah banyak akan menduduki kelas sosial yang tinggi. Orang dengan sedikit sesuatu yang dianggap bernilai dalam masyarakat akan menduduki kelas bawah. Sesuatu yang dianggap bernilai dalam suatu masyarakat berbeda antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya.
Terdapat variable- variabel yang menentukan kelas sosial seseorang.
Variabel yang membentuk kelas sosial dapat berupa:
1. Ekonomi : Pekerjaan, Pendapatan, dan Kekayaan
2. Interaksi : Prestis pribadi, Asosiasi, Sosialisasi
3. Politik : Kekuasaan, Kesadaran kelas, dan Mobilitas /suksesi.
Dalam berperilaku, status sosial konsumen turut memainkan pengaruh. Tindakan apa yang seharusnya dilakukan konsumen sangat ditentukan oleh status sosialnya Kelas sosial tertentu akan melahirkan gaya hidup tertentu.
Hubungan antara kelas sosial dan gaya hidup dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Kelas sosial mempengaruhi gaya hidup konsumen. Untuk menunjukkan kelas sosial tertentu, gaya hidup tentu harus ditunjukkan.
2. kelas sosial dapat menjadi ukuran kepemilikan sumber daya.
3. produk dibeli sebagai simbol status. Orang membei produk untuk menunjukkan kelas sosialnya.
4. pemakaian simbol status merupakan keahlian yang dipelajari. Kemampuan untuk membeli produk yang tepat guna menunjukan kelas merupakan keahlian yang dipelajari


3. Faktor Psikologis
Psikologis adalah Ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam 
gejalanya, proses maupun latar belakangnya. Faktor psikologis terdiri dari
Motivasi, Persepsi, Pembelajaran, Keyakinan dan Sikap
Pengaruh adalah hubungan sebab akibat antara dua variabel, yaitu faktor psikologis yang
mempengaruhi perilaku konsumen (variabel bebas) dan perilaku pembelian konsumen
(variabel terikat). Dimana variabel bebas yang akan mempengaruhi variabel terikat.
a. Motivasi
Motivasi adalah suatu kebutuhan yang cukup kuat untuk mendesak untuk mengarah seseorang agar dapat mencari pemuasan terhadap kebutuhan itu
b. Persepsi
Menurut Kotler ( 1997) , persepsi adalah proses memilih, menata, menafsir stimuli yang dilakukan seseorang agar mempunyai arti tertentu.
Seseorang yang termotivasi melakukan suatu perbuatan. Bagaimana seseorang yang termotivasi berbuat sesuatu adalah dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya.
Informasi yang diperoleh konsumen akan membentuk preferensi terhadap suatu obyek. Prferensi ini juga akan membentuk sikap konsumen dalam memilih.
c. Pembelajaran
Pembelajaran merupakan perubahan dari individu yang didapat dari pengalamannya. Kebanyakan perilaku manusia diperoleh dengan mempelajarinya.
d. Kepercayaan dan sikap
Melalui perbuatan dan pembelajaran, individu memperoleh kepercayaan dan sikap selanjutnya mempengaruhi tingkah laku pembelian ( kotler, 1997 : 153 – 161 ).
Sikap merupakan salah satu konsep yang paling penting yang digunakan untuk memahami konsumen



BAB III 
PENUTUP




3.1 KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, bahwa dalam memilih , menggunakan suatu produk, terdapat faktor- faktor yang berpengaruh. Faktor tersebut dapat dibedakan menjadi dua, Faktor internal dan eksternal. Selain itu terdapat faktor Psikologis.
Faktor Internal terdiri dari : Gaya Hidup, Keadaan ekonomi, pekerjaan , Kepribadian.
Faktor Eksternal terdiri dari budaya, keluarga dan kelas sosial.
Faktor Psikologis terdiri dari Motivasi , perepsi, pembelajaran dan kepercayaan.
Faktor tersebut yang menentukan apa , bagaimana konsumen menentukan pilihannya.









SUMBER DAN DAFTAR PUSTAKA




James F. Engel, Rogers D. Blackwell, Paul W. Miniard. Perilaku Konsumen. 1994. Binarupa Aksara: Jakarta.

John C. Mowen, Michael Minor, Consumer Behavior fifth edition. 1998. Prentice- hall: Upper Saddle River, New Jersey.

J. Paul Peter dan C. Olson. Consumer Behavior & Marketing Strategy. 1999. McGraw Hill: USA.

Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran jilid I. 2003. Prentice Hall: Jakarta.

Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran jilid II. 2003. Prentice Hall: Jakarta.

Leon G. Schiffman dan Leslie Lazar Kanuk. Perilaku Konsumen. 2004. PT Indeks Kelompok Gramedia: Jakarta.

Peter, J. Paul and Jerry C.Olson. 2000. Consumen Behavior : Perilaku Konsumen dan Strategi Perusahaanan. Jilid 1,2. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Rakhmat, Jalaluddin. 2001. Psikologi Komunikasi. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Rangkuti, Freddy. 1997. Riset Perusahaanan. PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Rewaldt, dkk. 1991. Stategi Promosi Pemasaran. Rineka Cipta. Jakarta

Sutisna. 2001. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Perusahaanan. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.






Mata Kuliah Softskill : Perilaku Konsumen.