Mengenai Saya

Foto saya
My formal education : SMPN 4 Bekasi, SMAN 4 Bekasi. I'm a university student in Gunadarma University. Faculty of Economics. Bachelor Degree of Management. Strata 1. Class 3 EA 10 ( superior class ). NPM 10208241 Please visit http://10208241.student.gunadarma.ac.id/kursus.html http://10208241.student.gunadarma.ac.id/tugas.html My handphone number +62 856 9755 2992. Give priority to education. Competence, idea, initiative, optimist, logical, spirit. Working with professionalism. I believe with my ability..

Kamis, 24 Februari 2011

Analisis Persepsi Brand Association Menurut Pelanggan Sabun Mandi Cair Lux pada PT Unilever Indonesia, Tbk.

Tema : Preferensi masyarakat untuk lebih memilih sabun cair lux dibandingkan dengan sabun cair yang lain.




Tempat observasi : Indomaret, Jalan Nangka, Perumnas 1 Kota Bekasi Kode Pos 17135.









BAB  IV

PEMBAHASAN DAN ANALISIS



4.1       Deskripsi Objek Penelitian
4.1.1    Sejarah Singkat Perusahaan
Unilever didirikan dengan nama Lever’s Zeepfabrieken N.V. menjelang akhir tahun 1933 dan mulai beroperasi sebagai produsen sabun Sunlight (yang terkenal dengan nama cap tangan) dibulan Oktober 1934, disebuah pabrik yang terkenal di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat. Pembuatan lemak-lemak makanan dan minyak goreng dimulai tahun 1936 ditempat yang sama. Untuk itu, maka didirikan sebuah perusahaan tersendiri yang bernama Van den Bergh’s Fabrieken N.V.
Berdirinya Unilever merupakan hasil dari penggabungan Margarine Union dari Belanda dan Lever Brother dari Inggris. Nama Unilever diambil dari penggalan nama-nama perusahaan tersebut. Nama Lever Brother  dan kedua mitra bisnisnya dari Belanda yaitu Anton Jurgens Vergnigde Fabrieken N.V. danVan der Bergh Fabrieken N.V.  dapat dikatakan sebagai Bapak pendiri Unilever.
Dalam bulan November 1941 telah diputuskan untuk mengadakan diversifikasi dibidang pasta gigi dan kosmetik lainnya, dengan jalan membeli fasilitas produksi yang telah berjalan di Surabaya yaitu maatschappij ter Expoitatitie der Colibri Fabrieken N.V. Selama perang dunia II, pengawasan Unilever terhadap perusahaan untuk sementara dihentikan hingga bulan Maret 1946. Kemudian pabrik dan peralatannya diperbaiki dan diperbarui dengan bantuan induk perusahaa Unilever dan sejak itu fasilitas-fasilitas produksi diperluas dan dipermodern.
Perkembangan usaha PT Unilever Indonesia, Tbk berjalan melalui berbagai peristiwa yang mempengaruhi perusahaan dalam pengoperasiannya. Peristiwa-peristiwa peperangan di Asia Tenggara, penduduk Jepang (1942-1945), situasi-situasi yang tidak menentu setalah perang dunia II selama tahun 1945-1946, penduduk G-30 S/PKI dan sebagainya turut mewarnai perjalanan perusahaan. Namun setelah tahun 1967, keadaan berubah menjadi baik dan merupakan awal dari perkembangan politik, sosial, dan ekonomi nasional. Pemerintah mulai membenahi disegala sektor terutama sektor ekonomi.
Pada tahun 1948, dilakukan pembelian N.V. Oliefabriek Archa yang menjalankan pabrik minyak kelapa di Jakarta untuk menjamin persediaan minyak murni secara continue bagi pembuatan sabun, lemak-lemak makan dan minyak goreng. Di tahun 1964, kegiatan Unilever di Jakarta dan Surabaya secara penuh ditempatkan di bawah pengawasan pemerintah Indonesia. Di tahun 1967, perusahaan dikembalikan kepada Unilever berdasarkan keputusan presidium kabinet Ampera dari perjanjian antara Unilever dan Departemen Perindustrian.
PT Unilever Indonesia, Tbk merupakan salah satu dari perusahaan Unilever Group, produsen konsumsi terbesar di dunia. Unilever Group ini adalah perusahaan gabungan dari negara Inggris dan Belanda, berkantor pusat di London dan Rotterdam. Perusahaan ini dikerjakan oleh 300.000 pegawai dan beroperasi di 75 negara di dunia.
Pemerintah mengajak pihak swsta untuk bekerja sama membangun perekonomian negara dan ini diikuti dengan kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan dengan sektor swasta dan menawarkan berbagai gedung untuk dibangun kepada para investor swasta baik dalam maupun negeri untuk menanamkan modalnya.
PT Unilever Indonesia, Tbk adalah perusahaan multi nasional yang bergerak di bidang industri penyediaan kebutuhan sehari-hari (consumer Goods). Perusahaan yang berusia lebih dari  70 tahun ini berstatus PMA menghasilkan ragam produk-produk yang diminati oleh banyak orang dimulai dari kebutuhan rumah tangga sampai dengan perawatan dan kecantikan. Pada tahun 1981, Unilever menjual sahamnya kepada masyarakat Indonesia sebasar 15%.
Sejalan dengan berdirinya perusahaan ini hingga tahun 1980, manajemen Unilever di Indonesia ditangani oleh empat perusahaan berlainan, yaitu: Lever’s Zeepfabrieken, Van den Bergh’s Fabrieken, colibri, dan Archa Oil Mill. Namun, kemudian asset seluruh perusahaan tersebut ditransfer ke perusahaan Lever’s Zeepfabrieken dan ketiga perusahaan lainnya dilikuidasi dan pada tshun kantor pusat di London mengumumkan bahwa mulai 1 September 1980 keempat perusahaan tersebut telah direorganisasikan menjadi satu perusahaan dengan menggunakan nama PT Unilever Indonesia, Tbk.
PT Unilever Indonesia, Tbk berkantor di Graha Unilever, Jalan Jendral. Gatot Subroto Kav 15, Jakarta Selatan. PT Unilever Indonesia, Tbk ini mempunyai pabrik-pabrik yang berlokasi di:
1.    Cikarang          :    Memproduksi es krim, detergen cair, detergen bubuk, dan bahan                    makanan.
2.    Rungkut           :    Memproduksi perawatan kecantikan dan kosmetik
3.    Bogor               :    Memproduksi Teh Sariwangi
Keberhasilan jangka panjang Unilever menurut komitmen menyeluruh terhadap standar kinerja dan produktivitas Unilever yang luar biasa, kerja sama yang efektif dan kesediaan untuk menerima gagasan-gagasan baru serta belajar terus menerus. Unilever percaya bahwa untuk meraih keberhasilan menurut standar tertinggi perilaku perusahaan terhadap karyawan Unilever, konsumen dan masyarakat.
Kehadiran Unilever yang berakar kokoh pada budaya serta pasar setempat diseluruh dunia merupakan warisan yang tak tertandingi dan menjadi landasan pertumbuhan Unilever serta kemahiran international sebagai jasa terhadap konsumen-konsumen setempat.
Adapun tujuan PT Unilever Indonesia, Tbk adalah memenuhi kebutuhan sehari-hari setiap anggota masyarakat dimanapun mereka berada, mengantisipasi aspirasi konsumen dan pelanggan, serta menanggapi secara kreatif dan kompetitif dengan produk-produk bermerek dan layanan untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Pertumbuhan pesat yang berlanjut ke dalam perdagangan eceran serta peningkatan jangkauan untuk mencapai konsumen, melalui perdagangan tradisional telah menghasilakan pertumbuhan yang menyeluruh dan memuaskan untuk bisnis Unilever.
Perluasan serta peningkatan jangkauan perdagangan tradisional dengan memperluas kelompok penjualan para distributor telah meningkatkan kinerja bisnis secara berarti pada jalur ini. Relasi  dengan para distributor terus diperihara melalui kemitraan yang partisipasif dan komunikatif. Visi jangka panjang perseroan serta program mutakhir inovasi pelanggan dikomunikasikan dan dibahas secara teratur, masukan dari para distributor disambut dengan baik dan diterapkan. Strategi distributor jangka panjang menghadapi abad berikutnya sedang disusun dengan memperhatikan pentingnya pelayanan pelanggan, yaitu dari perseroan kepada para distributor dan atau kepada pengecer perdagangan modern. Dengan cara ini Unilever dapat mencapai para konsumen dengan lebih baik dan dengan demikian meningkatkan kinerja bisnis baik dari perseroan maupun dari pelanggan.
Kekuatan Unilever dikembangkan atas dasar kemempuan para karyawannya. Prioritas tinggi diberikan kepada pengemban keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan yang mencangkup seluruh organisasi melalui perhatian formal dan pengembangan pengalaman dalam pekerjaan. Semua manajer kini rata-rata meluangkan waktu delapan hari setiap tahunnya untuk mengikuti kegiatan pelatihan.



4.1.2        Struktur Organisasi Perusahaan
Di dalam suatu perusahaan perlu diadakan pembagian tugas, wewenang serta tanggung jawab pada masing-masing jawaban sebagai salah satu kesatuan organisasi yang terkoordinir.
Stoner dan Freeman mendefinisikan struktur organisasi sebagai “susunan dan hubungan antar bagian dan komponen serta posisi dalam suatu perusahaan”.
Struktur organisasi merinci pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda-beda tersebut dihubungkan sampai batas tertentu, dan juga untuk menunjukkan  tingkat spesialisasi kegiatan kerja.
Bagian-bagian sebuah organisasi dapat disusun dengan 3 (tiga) cara yaitu:
1.        Menurut fungsinya
2.        Menurut produk atau pasar
3.        Dalam bentuk matriks
PT Unilever Indonesia, Tbk adalah suatu perusahaan multi level productsdimana struktur organisasinya terdapat divisi menurut kategori produksinya.
Adapun 3 (tiga) kategori produk utama yang diproduksi perusahaan, yaitu:
1.        Produk sabun dan detergen
2.        Produk pangan
3.        Produk kosmetik
Masing-masing kategori produk tersebut dikelolah oleh sebuah divisi, sehingga terdapat tiga divisi yang menangani keseluruhan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Manajer sebuah divisi bertanggung jawab atas pengelolahan divisinya dan memungkinkan manajer tersebut untuk berkompetisi dengan divisi lainnya dalam perusahaan yang sama dalam memaksimumkan laba. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa sebuah divisi adalah unit usaha yang mandiri, karena harus melapor ke kantor pusat.
Struktur organisasi berdasarkan fungsi menghimpun semua orang yang terlibat dalam suatu aktivitas, atau beberapa aktivitas yang berkaitan dalam sebuah bagian. Struktur organisasi yang berdasarkan produk atau pasar adalah organisasi yang terbagi menurut divisi yang menghimpun dalam suatu unit kerja semua orang-orang yang terlibat dalam produksi dan pemasaran suatu produk atau sekelompok produk yang terkait dan di dalam struktur organisasi matriks, terdapat dua jenis desain sekaligus, bagaian-bagian fungsional permanent memiliki wewenang  atas standar prestasi dan profesional unitnya. Untuk itu, tim proyek dibentuk sesuai dengan kebutuhan untuk penanganan program-program tertentu.
Penjelasan struktur organisasi PT Unilever Indonesia, Tbk adalah sebagai berikut:
1.    Manajer Umum Divisi
Manajer umum divisi terdiri dari manajer umum divisi sabun dan detergen, manajer umum divisi pangan, dan manajer umum divisi perlengkapan pribadi.
Manajemen Umum Divisi Bertugas:
a.       Melaksanakan arah kebijakan perusahaan yang telah ditentukan dewan direksi dengan persetujuan dewan komisaris yang ditetapkan dalam pengelolaan divisinya.
b.      Merumuskan rancangan kerja untuk departemen-departemen dibawahnya.
c.       Meningkatkan penjualan yang menghasilkan laba untuk masing-masing divisinya.
2.         Manajer Keuangan
Manajer keuangan secara umum bertugas mengatur dan mengawasi masalah keuangan untuk ketiga divisi produk selain bertanggung jawab pada direktur keuangan.
3.        Manajer Riset dan Pengembangan
Manajer riset dan pengembangan adalah manajer lini yang bertugas mengadakan penelitian dan pengembangan baik tentang produk maupun pasar. Selain itu, departemen ini juga bertugas untuk menganalisa masalah yang dihadapi manajer umum divisi menyangkut pengembangan produk, penetapan harga, riset pasar, maupun pengikan produk.
4.    Manajer Produksi
Manejer produksi bertugas mengatur dan mengawasi proses produksi serta mengadakan produk untuk ketiga divisinya. Manajer ini bertanggung jawab dalam pencatatan hasil produksi yang telah masuk dan siap dipasarkan, maupun yang telah masuk dan siap dipasarkan, maupun yang telah terjual dan melaporkannya kepada ketiga divisi produk. Manajer ini juga bertanggung jawab terhadap kelancaran proses produksi serta pengawasan mutunya.
5.    Manajer Pemasaran
Manajer pemasaran mengepalai departemen pemasaran yang membawahi penjualan dan bagian promosi atau pengiklan produk.
Manajer ini bertugas:
a.       Mencari daerah pemasaran yang baru bagi produk yang akan dipasarkan.
b.      Mengumpulan dan menganalisis data, guna pengambilan keputusan dalam rangka pengembangan pasar.
c.       Merencanakan pembuatan bahan-bahan materi iklan serta mengatur jadwal promosi penjualan.
d.      Membuat taksiran atau ramalan penjualan untuk jangka waktu tertentu.
e.       Merencanakan pembuatan bahan-bahan materi iklan serta mengatur jadwal promosi penjualan.
f.       Memelihara hubungan baik dengan agen, distributor, serta pengecer. Tanggung jawab manajer pemasaran serta meningkatkan permintaan pasar terhadap produk.
6.    Manajer penjualan
Manejer penjualan mengepalai bagian penjualan dan distribusi yang bertanggung jawab dalam mengatur daerah penjualan untuk masing-masing distributor, serta memonitor tingkat penjualan di setiap wilayah pemasaran tersebut. Manajer ini harus dapat memelihara dan mengawasi loyalitas distributor terhadap produk perusahaan. Selain bertanggung jawab langsung pada manajer ini juga bertanggung jawab kepada direktur penjualan wewenang formalini ditunjukkan dengan garis terputus-putus pada bagian gambar struktur organisasi.
7.    Manajer Promosi dan Penjualan
Manajer promosi dan periklanan bertugas melaksanakan rancangan pembuatan materi iklan produk dan mengurus produk kontrak pemasangan iklan di media cetak maupun elektronik. Manajer ini bertanggung jawab yang telah ditetapkan oleh departemen pemasaran.
8.    Direktur Administrasi
Direktur administrasi bertugas mengurus administrasi perusahaan keseluruhan yang dilaksanakan dikantor pusat. Direktur ini bertanggung jawab terhadap pengalolaan perusahaan dengan system up to date.
9.    Direktur Teknik
Direktur teknik bertugas merancang teknik pelaksanaan perusahaan secara garis besar sesuai kebijaksanaan dewan direksi. Dengan  kata lain, direktur ini manerjemahkan secara teknik kebijakan dari pusat tentang kegiatan operasional perusahaan.
10.    Direktur Penjualan
Direktur penjualan bertugas merancang garis besar strategis penjualan dan meningkatkan volume penjualan. Direktur penjualan ini bertanggung jawab atas volume penjualan dan melaporkannya pada dewan direksi. Direktur penjualan memiliki wewenang formal terhadap manajer penjualan dan distribusi.
11.  Direktur Personalia
Direktur ini secara umum tugasnya mengelola sumber daya manusia dan parusahaan. Tugas lainnya adalah membina hubungan antar pegawai dalam perusahaan, serta memelihara hubungan baik dengan masyarakat. Direktur personalia membawahi dua departemen yaitu external relation dan internal relation department. Tanggung  jawab direktur ini adalah menjadi loyalitas pegawai, memelihara performa kerja pegawai, dan kesejahteraan pegawai.
12.  Dewan Direksi
Dewan direksi ini adalah pusat kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Dewan ini memiliki wewenang dalam menentukan garis besar arah dan langkah perusahaan, serta menetapkan tujuan perusahaan untuk jangka waktu tertentu.
















 


4.1.3    Kegiatan Produksi Perusahaan
PT Unilever Indonesia, Tbk selama 70 tahun kiprahnya di Indonesia telah tampil sebagai salah satu produsen terbesar barang-barang konsumsi. Bentuk perusahaan adalah perseroan terbatas yang pada tanggal 22 Juli 1980 disahkan dengan Akte Notaris           Ny. Kartini Mulyadi, SH. No. 171 dengan nama PT Unilever Indonesia, Tbk. Kegiatan usaha perusahaan sebagaian besar adalah memproduksi barang-barang konsumen yang bermerek dan dikemas. Barang-barang ini meliputi sabun dan detergen, margarine, makanan, produk kosmetika dan es krima. Secara keseluruhan produksi perusahaan digolongkan ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu:
1.        Kategori produksi sabun dan detergen
2.        Kategori makanan
3.        Kategori kosmetik atau produksi pribadi
Perusahaan memiliki tiga buah pabrik utama, yang berlokasi di Jakarta, Bekasi dan Surabaya. Dari sinilah merek-merek produk PT Unilever Indonesia, Tbk yang telah dikenal seperti: Lux, Pepsodent, Blue Band Margarin, dan Sabun Sunlight dihasilkan.
Dikantor pusatnya di Graha Unilever yang terletak di Jalan Jend. Gatot Subroto Kav 15 Jakarta, perusahaan mengelolah kegiatan operasional yang wilayah pemasarannya mencangkup ke seluruh wilayah Indonesia.
Di sini akan lebih dijelaskan mengenai masing-masing divisi yang memproduksi produk-produknya dan bertanggung jawab untuk memasarkannya.


1.        Divisi Makanan (foods)
Dimulai dari tahun 1937, perusahaan mulai memproduksi margarine dengan merek Blue Band dan memuaskan untuk menjadikannya sebagai produks margarine nomor satu. Sejak itulah merek tersebut merupakan awal usaha perusahaan memproduksi makanan. Adapun jenis lain yang dihasilkan dari divisi ini, adalah:
a.  Margarine                            : Blue Band
b.  Minyak Goreng                   : Minyak Samin (cap onta)
c.  Teh                                       : Sariwangi, Lipton
d.  Es Krim                               : Wall’s
e.  Penyedap Masakan              : Royco
2.    Divisi Sabun Cair dan Padat (Detergent)
Sampai sekarang detergan merupakan produk terbesar perusahaan dan telah membuktikan volume penjualan yang menyakinkan. Pada tahun 1970-an, divisi detergan berhasil melipatgandakan penjualannya dan hingga saat ini sabun cuci pertama di Indonesia yang menggunakan bahan NSD (non soap detergent) berhasil menjadi nomor satu di pasaran, yaitu Rinso. Adapun jenis lain yang dihasilkan dari divisi ini, adalah:
a.  Sabun Cuci                          : Rinso, Superbusa, Omo, Sunlight, dan Surf
b.  Sabun Cuci Piring                : Sunlight, Vim Power
c.  Sabun Mandi                       : Lux Lifebuoy
d.  Pewangi Cucian                   : Comfort, Molto

3.    Divisi Kecantikan
Usaha divisi personal products mulai dengan pengakuisisian pabrik. Draile di Surabaya, Colibri. Saat itu perusahaan hanya memproduksi pasta gigi yang bermerek Pepsodent dan tidak berminat untuk memperluas usahanya dengan memproduksi produk-produk toiletries. Selain karena perusahaan tidak memiliki pengalaman cukup untuk usaha itu, juga karena kesulitan bahan baku dan konsumen pada saat itu lebih pada produk-produk impor dari Inggris.
Setelah tahun 1977, kemampuan daya beli masyarakat meningkat. Perusahaan melihat bahwa produk-produk yang dikeluarkan seperti kecantikan dan shampo  dapat terjangkau oleh kemampuan masyarakat, maka perusahaan meluncurkan produk-produk baru seperti minyak goreng, deodorant, shampo, lotion, skin care, bedak, dan pasta gigi.
Secara menyeluruh tahun 1999, merupakan tahun yang sangat berhasil bagi divisi personal care. Merek-merek personal care berhasil tumbuh kuat, ini dapat tercapai berkat fokus terhadap inti mendasar, pemahaman mendalam akan konsumen dan terjemahan tepat atas pemahaman ini ke dalam kombinasi merek yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik.
 Dibidang bisnis rambut, produk clear tergolong berhasil memasuki pasar. Kategori produk skin mengalami pemulihan pada tahun 1999, inovasi dan komunikasi kuat produk Ponds, Vaseline, Citra, dan Hazeline telah meluas kedudukannya di pasar. Adapun jenis produk yang dihasilkan pada divisi ini, adalah:

a.  Pasta Gigi                            : Pepsodent, Pepsodent Junior, dan Close Up
b.  Shampo                                : Sunsilk, Clear, Bricks, dan Organics
c.  Minyak Rambut                   : Bricks
d.  Deodorant                           : Rexona, dan Axe
e.  Lotion                                  : Citra, Ponds, dan Hazeline
f.  Baby Care                           : Cuddle
g.  Face Care                            : Ponds dan Hazeline

4.2             Profile Responden
Sesuai dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, maka telah dilakukan penyebaran kuesioner dengan mendapatkan  54 orang responden yang merupakan  konsumen atau pembeli sabun mandi cair Lux di minimarket Indomaret Gading Raya Jakarta Timur. 
Tetapi 4 orang responden dinyatakan gugur, karena dalam mengisi kuesioner tidak  lengkap. Maka penyebaran kuesioner hanya mendapatkan 50 orang responden.
Dengan menggunakan 4 buah item sebagai data responden. Data responden tersebut adalah usia, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan responden per bulan.






Tabel 4.1
Distribusi Responden Berdasarkan Usia Responden
Usia Responden
Jumlah Responden
Persentase (%)
18 - 25 tahun
26 – 30 tahun
31 – 35 tahun
< 45 tahun
5
7
12
26
10
14
24
52
Total
50
100
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.1 Distribusi Responden Berdasarkan Usia Responden

            Pada tabel 4.1 dapat dilihat responden yang berusia 18 - 25 tahun, yaitu sebanyak 5 orang (10%), sedangkan yang berusia 26 – 30 tahun sebanyak 7 orang (14%), responden yang berusia 31 – 35 tahun sebanyak 12 orang (24%), dan responden yang berusia < 45 tahun sebanyak 26 orang (52%).



Tabel 4.2
Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Responden
Pekerjaan Responden
Jumlah Responden
Persentase (%)
Ibu Rumah Tangga
Karyawan Swasta
Pegawai Negeri Sipil
Pelajar/Mahasiswa
Wiraswasta
30
5
5
2
8
60
10
10
4
16
Total
50
100
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.2 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Responden

            Pada tabel 4.2 dapat dilihat bahwa mayoritas responden adalah ibu rumah tangga, yaitu 30 orang (60%), karyawan swasta berjumlah 5 orang (10%), pegawai negeri sipil sebanyak 5 orang (10%) sedangkan jumlah responden pelajar/mahasiswa adalah 2 orang (4%) dan sebagai wiraswasta berjumlah 8 orang (16%).

Tabel 4.3
Distribusi Responden Berdasarkan PendidikanTerakhir Responden
Pendidikan Responden
Jumlah Responden
Persentase (%)
SMP
SMU/sederajat
Perguruan Tinggi
10
25
15
20
50
30
Total
50
100
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.3 Distribusi Responden Berdasarkan PendidikanTerakhir Responden

            Pada tabel 4.3 dapat dilihat bahwa responden yang memiliki pendidikan terakhir SMP yaitu 10 orang (20%), SMU/sederajat berjumlah 25 orang (50%), Perguruan Tinggi berjumlah 15 orang (30%).




Tabel 4.4
Distribusi Responden Berdasarkan Pendapatan per Bulan
Pendapatan Responden
Jumlah Responden
Persentase (%)
Rp. 500.000  -  Rp. 1.000.000
Rp.1.100.000 – Rp.2.000.000
Rp.2.000.000 – Rp.3.000.000
> Rp.3.000.000
8
17
13
12
16
34
26
24
Total
50
100
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.4 Distribusi Responden Berdasarkan Pendapatan per Bulan

            Pada Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa responden yang mempunyai pendapatan per bulan Rp. 500.000 - Rp.1.000.000 sebanyak 8 orang (16%), responden yang mempunyai pendapatan Rp.1.100.000 – Rp.2.000.000 berjumlah 17 orang (34%), responden yang mempunyai pendapatan Rp.2.100.000 – Rp.3.000.000 sebanyak 13 orang (26%), dan responden yang mempunyai pendapatan > 3.000.000 berjumlah 12 orang (24%).

4.3       Analisis persepsi Brand Association Sabun Mandi Cair Lux
Pada Variabel Brand Association terdapat enam buah dimensi, yaitu: Jaminan yang memiliki tiga indikator: memperbaiki kualitas produk, terpercaya, dan kualitas. Identifikasi pribadi yang memiliki empat indikator: menyukai produk, gaya hidup, dan harga. Identifikasi sosial yang memiliki tiga indikator: memikili reputasi baik, brand leader, terjangkau, dan mudah di dapat. Status yang memiliki dua indikator: direkomenasikan oleh orang terkenal dan melihat iklan. Kesediaan menerima perluasan produk yang memiliki dua indikator: jenis produk lain dan manfaat yang lebih. Kesediaan untuk merekomendasikan merek dengan indikator menyarankan ke orang lain. Berikut adalah tanggapan responden dari tiap-tiap dimensi yang diwakili oleh tiap-tiap indikator:

4.3.1    Analisis Dimensi Jaminan
Dimensi jaminan memiliki tiga pernyataan, hasil tanggapan responden dari masing-masing pertanyaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:









Tabel 4.5
Tanggapan Responden Berdasarkan Merek Lux selalu berusaha memperbaiki kualitas produk sabun mandi cairnya secara berkesinambungan
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat setuju
5
12
24%
60

Setuju
4
34
68%
136

Ragu-ragu
3
3
6%
9

Tidak Setuju
2
0
0%
0

Sangat Tidak Setuju
1
1
2%
1

Total

50
100%
206
Sangat Baik
   Sumber : Hasil Pengolahan Kuesioner
Gambar 4.5 Tanggapan Responden Berdasarkan Merek Lux selalu berusaha memperbaiki kualitas produk sabun mandi cairnya secara berkesinambungan

Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 24% responden menyatakan sangat setuju, 68% responden menyatakan setuju, 6% responden menyatakan ragu-ragu, dan sisanya 2% responden menyatakan sangat tidak setuju.  Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 206 yang berarti berada pada skala penilaian Sangat Baik.
Tabel 4.6
Tanggapan Responden Berdasarkan Merek Lux sangat Terpercaya
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat setuju
5
15
30%
75

Setuju
4
33
66%
132

Ragu-ragu
3
0
0%
0

Tidak Setuju
2
2
4%
4

Sangat Tidak Setuju
1
0
0%
0

Total

50
100%
211
Sangat Baik
   Sumber : Hasil Pengolahan Kuesioner
Gambar 4.6 Tanggapan Responden Berdasarkan Merek Lux sangat Terpercaya

Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar sebesar 30% menyatakan sangat setuju, 66% menyatakan setuju, sedangkan sisanya 4% menyatakan tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 211 yang berarti berada pada skala penilaian sangat baik.


Tabel 4.7
Tanggapan Responden Berdasarkan Produk sabun mandi cair merek Lux memiliki kualitas sangat bagus
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat setuju
5
6
12%
30

Setuju
4
34
68%
136

Ragu-ragu
3
10
20%
30

Tidak Setuju
2
0
0%
0

Sangat Tidak Setuju
1
0
0%
0

Total

50
100%
196
Baik
Sumber : Hasil Pengolahan Kuesioner
Gambar 4.7  Tanggapan Responden Berdasarkan Produk sabun mandi cair merek Lux memiliki kualitas sangat bagus

Berdasarkan tabel 4.7 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 26% menyatakan sangat setuju, 36% menjawab setuju, 18% responden menjawab ragu-ragu, 16% menyatakan tidak setuju dan 4% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 182 yang berarti berada pada skala penilaian Baik.
4.4.2        Analisis Dimensi Identifikasi Pribadi
Dimensi identifikasi pribadi memiliki empat pernyataan, hasil tanggapan responden dari masing-masing pertanyaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.8
Tanggapan Responden Berdasarkan Anda teristimewa menyukai produk sabun mandi cair merek Lux
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
12
19
9
9
1
24
38
18
18
2
60
76
27
18
1

Total

50
100
182
Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.8  Tanggapan Responden Berdasarkan Anda teristimewa menyukai produk sabun mandi cair merek Lux

Berdasarkan tabel 4.8 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 24% menyatakan sangat setuju, 38% menjawab setuju, 18% responden menjawab ragu-ragu, 18% menyatakan tidak setuju dan 2% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 182 yang berarti berada pada skala penilaian Baik.
Tabel 4.9
Tanggapan Responden Berdasarkan Lux merupakan merek yang secara total selaras dengan gaya hidup anda
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
11
7
11
12
9
22
14
22
24
18
55
28
33
24
9

Total

50
100
149
 Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
 
Gambar 4.9  Tanggapan Responden Berdasarkan Lux merupakan merek yang secara total selaras dengan gaya hidup anda

Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 22% menyatakan sangat setuju, 14% menjawab setuju, 22% responden menjawab ragu-ragu, 24% menyatakan tidak setuju dan 18% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memilikinilai sebesar 149 yang berarti berada pada skala penilaian Cukup Baik.
Tabel 4.10
Tanggapan Responden Berdasarkan harga yang tinggi pada produk sabun mandi cair merek Lux tidak akan menurunkan tingkat daya beli anda
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
10
11
15
11
3
20
22
30
22
6
50
44
45
22
3

Total

50
100
164
 Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.10  Tanggapan Responden Berdasarkan harga yang tinggi pada produk sabun mandi cair merek Lux tidak akan menurunkan tingkat daya beli anda

Berdasarkan tabel 4.10 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut : sebesar 20% menyatakan sangat setuju, 22% menjawab setuju, 30% responden menjawab ragu-ragu, 22% menyatakan tidak setuju dan 6% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 164 yang berarti berada pada skala penilaian Cukup Baik.

Tabel 4.11
Tanggapan Responden Berdasarkan Sabun mandi cair merek Lux mudah ditemukan di toko-toko
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
19
9
17
5
0
38
18
34
10
0
95
36
51
10
0

Total

50
100
192
Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.11  Tanggapan Responden Berdasarkan Sabun mandi cair merek Lux mudah ditemukan di toko-toko

Berdasarkan tabel 4.11 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 38% menyatakan sangat setuju, 18% menjawab setuju, 34% responden menjawab ragu-ragu, 10% menyatakan tidak setuju dan 0% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 192 yang berarti berada pada skala penilaian Baik.
4.4.3        Analisis Dimensi Identifikasi Sosial
Dimensi identifikasi pribadi memiliki tiga pertanyaan, hasil tanggapan responden dari masing-masing pertanyaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.12
Tanggapan Responden Berdasarkan Produk sabun mandi cair merek Lux memiliki reputasi baik
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
16
13
10
10
1
32
26
20
20
2
80
52
30
20
1

Total

50
100
182
Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.12  Tanggapan Responden Berdasarkan Produk sabun mandi cair merek Lux memiliki reputasi baik

Berdasarkan tabel 4.12 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 32% menyatakan sangat setuju, 26% menjawab setuju, 20% responden menjawab ragu-ragu, 20% menyatakan tidak setuju dan 2% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 182 yang berarti berada pada skala penilaian Baik.

Tabel 4.13
Tanggapan Responden Berdasarkan Lux merupakan pemimpin merek (brand leader)
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
15
11
16
6
2
30
22
32
12
4
75
44
48
12
2

Total

50
100
181
Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.13  Tanggapan Responden Berdasarkan Lux merupakan pemimpin merek (brand leader)

Berdasarkan tabel 4.13 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 30% menyatakan sangat setuju, 22% menjawab setuju, 32% responden menjawab ragu-ragu, 12% menyatakan tidak setuju dan 4% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 181 yang berarti berada pada skala penilaian Baik.

Tabel 4.14
Tanggapan Responden Berdasarkan Produk sabun mandi cair merek Lux ini dapat terjangkau dibandingkan produk lain yang sejenis
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
10
11
15
11
3
20
22
30
22
6
50
44
45
22
3

Total

50
100
164
 Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.14  Tanggapan Responden Berdasarkan Produk sabun mandi cair merek Lux ini dapat terjangkau dibandingkan produk lain yang sejenis

Berdasarkan tabel 4.14 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 20% menyatakan sangat setuju, 22% menjawab setuju, 30% responden menjawab ragu-ragu, 22% menyatakan tidak setuju dan 6% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 164 yang berarti berada pada skala penilaian Cukup Baik.

4.4.4    Analisis Dimensi Status
Dimensi status memiliki dua pertanyaan, hasil tanggapan responden dari masing-masing pertanyaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.15
Tanggapan Responden Berdasarkan Produk sabun mandi cair merek Lux direkomendasikan oleh orang terkenal yang anda jadikan panutan
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
10
21
8
11
0
20
42
16
22
0
50
84
24
22
0

Total

50
100
180
Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.15  Tanggapan Responden Berdasarkan Produk sabun mandi cair merek Lux direkomendasikan oleh orang terkenal yang anda jadikan panutan
Berdasarkan tabel 4.15 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 20% menyatakan sangat setuju, 42% menjawab setuju, 16% responden menjawab ragu-ragu, 22% menyatakan tidak setuju dan 0% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 180 yang berarti berada pada skala penilaian Baik.

Tabel 4.16
Tanggapan Responden Berdasarkan Produk sabun mandi cair dikenal pertama kali berasal dari iklan di media elektronik
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
14
14
14
3
5
28
28
28
6
10
70
56
42
6
5

Total

50
100
179
Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.16  Tanggapan Responden Berdasarkan Produk sabun mandi cair dikenal pertama kali berasal dari iklan di media elektronik

Berdasarkan tabel 4.16 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 28% menyatakan sangat setuju, 28% menjawab setuju, 28% responden menjawab ragu-ragu, 6% menyatakan tidak setuju dan 10% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memilikinilai sebesar 179 yang berarti berada pada skala penilaian Baik

4.4.5    Analisis Dimensi Kesediaan Menerima Perluasan Merek
Dimensi kesediaan menerima perluasan merek memiliki dua pertanyaan, hasil tanggapan responden dari masing-masing pertanyaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.17
Tanggapan Responden Berdasarkan Jika merek Lux memutuskan untuk menjual pula produk-produk lain selain produk sabun mandi cair, anda akan membelinya
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
6
17
19
7
1
12
34
38
14
2
30
68
57
14
1

Total

50
100
170
Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.17  Tanggapan Responden Berdasarkan Jika merek Lux memutuskan untuk menjual pula produk-produk lain selain produk sabun mandi cair,
anda akan membelinya

Berdasarkan tabel 4.17 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 12% menyatakan sangat setuju, 34% menjawab setuju, 38% responden menjawab ragu-ragu, 14% menyatakan tidak setuju dan 2% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 170 yang berarti berada pada skala penilaian Baik












Tabel 4.18
Tanggapan Responden Berdasarkan jika produk sabun mandi cair merek Lux memutuskan untuk menjual dengan manfaat yang lebih, anda akan membeli
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
13
9
18
7
3
26
18
36
14
6
65
36
54
14
3

Total

50
100
172
Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.18  Tanggapan Responden Berdasarkan jika produk sabun mandi cair merek Lux memutuskan untuk menjual dengan manfaat yang lebih, anda akan membeli

Berdasarkan frekuensi tabel 4.18 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: dapat dilihat bahwa mayoritas responden yaitu sebesar 26% menyatakan sangat setuju, 18% menjawab setuju, 36% responden menjawab ragu-ragu, 14% menyatakan tidak setuju dan 6% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 172 yang berarti berada pada skala penilaian Baik.
4.4.6    Analisis Dimensi Kesediaan Untuk Merekomendasikan Merek
Dimensi kesediaan untuk merekomendasikan merek memiliki pertanyaan, yaitu hasil tanggapan responden dari masing-masing pertanyaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.19
Tanggapan Responden Berdasarkan Anda akan menyarankan orang lain untuk membeli produk sabun cair merek Lux
Tanggapan
Bobot
Frekuensi
Persentase
Nilai
Keterangan
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
5
4
3
2
1
7
12
8
16
7
14
24
16
32
14
35
48
24
32
7

Total

50
100
146
Baik
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner
Gambar 4.19  Tanggapan Responden Berdasarkan Anda akan menyarankan orang lain untuk membeli produk sabun cair merek Lux

Berdasarkan frekuensi tabel 4.19 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan, sebagai berikut: sebesar 14% menyatakan sangat setuju, 24% menjawab setuju, 16% responden menjawab ragu-ragu, 32% menyatakan tidak setuju dan 14% menyatakan sangat tidak setuju. Pada pernyataan ini memiliki nilai sebesar 146 yang berarti berada pada skala penilaian Cukup Baik

4.5       Hasil Kuesioner Variabel Persepsi Brand Association

Tabel 4.20

Rangkuman Hasil Analisis dan Interpretasi Data
Variabel Persepsi Brand Association

No
Pertanyaan
Nilai
Kategori

JAMINAN


1.
Merek Lux selalu berusaha memperbaiki kualitas produk sabun mandi cairnya secara berkesinambungan

188

Baik




2.
Merek Lux sangat terpercaya
187
Baik




3.
Produk sabun mandi cair merek Lux memiliki kualitas sangat bagus
182
Baik





IDENTIFIKASI PRIBADI


4.
Anda teristimewa menyukai produk sabun mandi cair merek Lux
182
Baik




5.
Lux merupakan merek yang secara total selaras dengan gaya hidup anda
149
Baik




6.
Harga yang tinggi pada produk sabun mandi cair merek Lux tidak akan menurunkan tingkat daya beli anda

164

Baik
7.
Sabun mandi cair merek Lux mudah ditemukan di toko-toko
192
Baik




No
Pertanyaan
Nilai
Kategori

IDENTIFIKASI SOSIAL



8.
Produk sabun mandi cair merek Lux memiliki reputasi baik
182
Baik




9.
Lux merupakan pemimpin merek (brand leader)
181
Baik




10.
Produk sabun mandi cair merek Lux ini dapat terjangkau dibandingkan produk lain yang sejenis
164
Baik





STATUS


11.
Produk sabun mandi cair merek Lux direkomendasikan oleh orang terkenal yang anda jadikan panutan

180

Baik




12.
Produk sabun mandi cair dikenal pertama kali berasal dari iklan di media elektronik
179
Baik





KESEDIAAN MENERIMA PERLUASAN MEREK


13.
Jika merek Lux memutuskan untuk menjual pula produk-produk lain selain produk sabun mandi cair, anda akan membelinya

170

Baik




14.
Jika produk sabun mandi cair merek Lux memutuskan untuk menjual dengan manfaat yang lebih, anda akan membeli

172

Baik





KESEDIAAN UNTUK MEREKOMENDASIKAN MEREK


15
Anda akan menyarankan orang lain untuk membeli produk sabun cair merek Lux
146
Baik