Mengenai Saya

Foto saya
My formal education : SMPN 4 Bekasi, SMAN 4 Bekasi. I'm a university student in Gunadarma University. Faculty of Economics. Bachelor Degree of Management. Strata 1. Class 3 EA 10 ( superior class ). NPM 10208241 Please visit http://10208241.student.gunadarma.ac.id/kursus.html http://10208241.student.gunadarma.ac.id/tugas.html My handphone number +62 856 9755 2992. Give priority to education. Competence, idea, initiative, optimist, logical, spirit. Working with professionalism. I believe with my ability..

Kamis, 24 Februari 2011

Analisis Persepsi Brand Association Menurut Pelanggan Sabun Mandi Cair Lux pada PT Unilever Indonesia, Tbk.

Tema : Preferensi masyarakat untuk lebih memilih sabun cair lux dibandingkan dengan sabun cair yang lain.


Tempat observasi : Indomaret, Jalan Nangka, Perumnas 1 Kota Bekasi Kode Pos 17135.















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1              Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan  metode survei. Menurut Wibisono (2000:19) survei merupakan teknik riset yang informasinya dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner.
Sugiyono (2003:11) menyatakan bahwa, penelitian deskriptif adalah:
Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandinga, atau menghubungkan dengan variabel yang lain.

Penelitian deskriptif ini digunakan untuk mencari fakta dengan interprestasi yang tepat dan tujuannya adalah untuk mencari dekripsi dan gambaran yang sistematis dan akurat mengenai faktor-faktor, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Sedangkan pendekatan survei digunakan untuk mengukur gejala-gejala yang ada tanpa menyelidiki kenapa gejala-gejala tersebut ada, tidak perlu diperhitungakan hubungan antara variabel-variabel, lebih menggunakan data yang ada untuk pemecahan masalah dari pada pengujian hipotesis (Umar, 2002:88).

3.2             Variabel, Dimensi dan Indikator
Kalau ada pertanyaan tentang apa yang akan di teliti, maka jawabannya berkenaan dengan variabel penelitian. Menurut Sugiyono (2003:31) definisi dari variabel adalah “segala sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya”.
Sementara menurut Kuncoro (2003:41) definisi dari variabel adalah “sesuatu yang dapat membedakan atau mengubah nilai”. Nilai dapat berbeda pada waktu yang berbeda untuk objek atau orang yang sama, atau nilai dapat berbeda dalam waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda.







Tabel 3.1

Kisi-Kisi Instrumen Persepsi Brand Association

Variabel
Dimensi
Indikator
No. Butir
Jumlah
PersepsiBrand Association
Jaminan
1.      Memperbaiki kualitas produk
2.      Terpercaya
3.      Kualitas
1, 2, 3
3
Identifikasi
Pribadi
1.    Menyukai produk
2.    Gaya hidup
3.    Harga

4, 5 , 6
3
Identifikasi Sosial
1.   Memiliki Reputasi baik
2.   Brand leader
3.   Terjangkau
4.   Mudah ditemukan

7, 8, 9, 10
4
Status
1.    Simbol status sosial
2.    Direkomendasikan oleh orang terkenal
3.    Melihat Iklan

11, 12, 13
3
Kesediaan Menerima Perluasan Merek

1.    Jenis produk lain
2.    Manfaat yang lebih

14, 15
2
Kesediaan untuk merekomendasikan merek
1.    Menyarankan ke orang lain

16
1
3.3       Uji Validitas Instrumen
Valid berarti instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiono, 2003–109). Pengujian ini berfungsi untuk menunjukkan tingkat kemampuan alat pengukur agar dapat memberikan apa yang sasaran pokok pengukuran. Tujuan dari pengujian ini adalah agar data yang diambil benar–benar valid, yakni mengukur apa yang hendak diukur. Uji validitas yang dilakukan pada penelitian itu adalah pengujian validitas konstruksi (construct validy), instrumen yang mempunyai valilitas konstruksi, jika instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur gejala sesuai dengan yang didefisikan.
Pengukuran validitas suatu kuesioner dilakukan dengan syarat r hitung > r tabel untuk degree of freedom (df) = n – k,
Dimana :
n   = jumlah responden
k   = variabel yang mempengaruhi
Patokan pangukuran yang digunakan untuk menentukan sahih atau gugurnya suatu butir pertanyaan, dengan alpha 0,05 jadi apabila r hitung butir lebih kecil dari r kritis, maka dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid dan sebaliknya.
Hasil uji coba validitas instrumen dilakukan pada variabel, yaitu: persepsibrand association. Penelitian ini menggunakan 30 orang responden, maka df = 30 – 2 = 28 dengan tingkat signifikansi 5% didapat dari tabel r tabel sebesar 0,2407.


3.4       Uji Reabilitas Instrumen
Pengujian reabilitas merupakan yang berkaitan dengan masalah adanya kepercayaan terhadap alat tes (instrumen). Suatu instrumen dapat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi, jika hasil dari pengujian tersebut menunjukan hasil yang tetap. Setelah dapat ditentukan bahwa kuesioner yang dibuat dalam penelitian ini adalah valid, maka dilanjutkan dengan uji reabilitas instrumen. Kegunaan uji reabilitas instrumen ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengukuran kembali terhadap subjek yang sama (Simamora, 2004:64).
Untuk pengujian penelitian ini menggunakan perhitungan reabilitas dengan statistik cronbach alpha yang mendekati 1 (satu), itu menunjukan bahwa pengukuran yang dipakai benar dengan mengukur apa yang hendak diukur. Untuk menginterprestasikan koefisien reabilitas ditentukan dengan kriteria sebagai berikut:
1.        Antara 0,800 sampai dengan 1,000 = sangat tinggi
2.        Antara 0,600 sampai dengan 0,800 = tinggi
3.        Antara 0,400 sampai dengan 0,600 = cukup tinggi
4.        Antara 0,200 sampai dengan 0,400 = rendah
5.        Antara 0,000 sampai dengan 0,200 = sangat rendah
 Sumber: Sugiono, 2003:183
Penelitian  ini melakukan uji coba dahulu, dengan sampel responden sebanyak 30 orang dan untuk melihat kesalahan instrumen yang digunakan. Hasil uji coba selanjutnya penelitian ini menggunakan software SPSS (statistic package social science) seri 13.

Tabel 3.2

Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Brand Association

Item Pertanyaan

r Hasil
r Tabel
Keterangan
Butir 1
0,586
0.2407
Valid
Butir 2
0,550
0.2407
Valid
Butir 3
0,612
0.2407
Valid
Butir 4
0,566
0.2407
Valid
Butir 5
0,590
0.2407
Valid
Butir 6
0,559
0.2407
Valid
Butir 7
0,564
0.2407
Valid
Butir 8
0,630
0.2407
Valid
Butir 9
0,439
0.2407
Valid
Butir 10
0,529
0.2407
Valid
Butir 11
- 0,032
0.2407
Tidak Valid
Butir 12
0,469
0.2407
Valid
Butir 13
0,404
0.2407
Valid
Butir 14
0,487
0.2407
Valid
Butir 15
0,489
0.2407
Valid
Butir 16
0,517
0.2407
Valid
Sumber  : Data Olahan

Berdasarkan  tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 16 pertanyaan pada variabel  persepsi brand association, 15 pertanyaan  dinyatakan  valid dan 1 pertanyaan tidak valid , yaitu  pertanyaan  butir 11 dinyatakan  gugur karena correlation hanya -0,032, yang artinya lebih kecil dari r tabel yaitu sebesar 0.2407. Dengan  adanya butir  pertanyaan yang gugur maka  terdapat indikator yang tidak dapat diukur dalam penelitian, maka hasil tingkat uji coba reabilitas instrumennya adalah 0,860 (tinggi).

3.5       Populasi dan Sampel
3.5.1    Populasi
Menurut Sugiyono (2003:72), pengertian dari populsi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Sementara definisi populasi menurut Kuncoro (2003:103) adalah “kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, objek, transaksi, atau kejadian di mana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian.
Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.
Dalam penelitian ini, populasi yang diteliti adalah pelanggan atau pembeli sabun cair Lux di Minimarket Indomaret Gading Raya Jakarta Timur pada bulan Maret 2006 sampai dengan April 2006.           

3.5.2    Sampel
Menurut Sugiyono (2003:73), pengertian sampel adalah “bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dan, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul mewakili.
Sedangakan definisi sampel menurut Kuncoro (2003:103) adalah “suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi”.
Dalam penelitian ini menggunakan desain sampel nonprobabilitas, yang menggunakan metode sampling aksidental. Menurut Sugiyono (2003:77) sampling aksidental adalah:
            Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

Dengan cara seperti ini tentu saja sampel yang didapat tidak respresentatif. Oleh karena itu, tidak mungkin diambil suatu kesimpulan yang bersifat generalisasi. Namun, metode ini sangat mudah, murah, dan cepat dilakukan. Maka dalam hal ini, penelitian mendapatkan 54 orang responden di Minimarket Indomaret Gading Raya Jakarta Timur pada bulan Maret 2006 sampai dengan April 2006. Tetapi 4   orang responden diantaranya dinyatakan gugur, karena tidak lengkap dalam mengisi kuesioner.

3.6       Jenis Data
Data yang akan digunakan oleh penelitian ini, terbagi dalam dua macam, yaitu:
1.      Data Primer
Menurut Kuncoro (2003:127) pengertian data primer adalah: “data yang diperoleh dengan survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data original”. Dalam penelitian ini data primer yang diperoleh dari persepsi brand association menurut pelanggan atau pembeli sabun cair Lux yang diberikan kuesioner pertanyaan.
2.      Data Sekunder
Sementara menurut Kuncoro (2003: 127) pengertian data sekunder adalah: “data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpulan data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data”. Dalam penelitian ini data sekunder yang diperoleh  berupa sejarah perusahaan, struktur organisasi perusahaan dan profil produk sabun mandi cair Lux.

3.7       Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data untuk mendapatkan keterangan-keterangan yang diperlukan unyuk pembahasan data yang yang digunakan dalam penelitian, antara lain:
1            Penelitian lapangan (Field Research)
Yaitu data yang dikumpulkan langsung dengan objek penelitian melalui kuesioner. Menurut Sugiono (2003:135) kuesioner merupakan “teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab”. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Dalam penelitian ini menggunakan terstruktur yang meliputi petanyaan tertutup, yaitu menggunakan skala likert dengan lima tingkatan yaitu, STS = Sangat Tidak Setuju, TS = Tidak Setuju, CS = Cukup Setuju, S = Setuju, SS = Sangat Setuju. Dalam pertanyaan ini responden hanya memilih satu jawaban yang paling sesuai diantara alternatif jawaban yang ada.
3.        Riset Perpustakaan Data
Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku literatur-literatur dan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan pihak terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang penulis lakukan saat ini sebagai dasar perbandingan dalam pembahasan yang ada hubungannya dengan masalah yang dibahas, dan bahan-bahan dari catatan kuliah yang penulis ikuti selama masa perkuliahan.

3.7.1    Waktu Pengumpulan Data
1.      Data Primer
Data primer diperoleh dengan cara memberikan kuesioner kepada pelanggan atau pembeli sabun mandi cair Lux di Minimarket Indomaret Gading Raya, Jakarta Timur pada bulan Maret 2006 sampai dengan April 2006, yaitu:
a.      Pada bulan Maret pengumpulan data dilakukan lima belas hari, maka data yang diperoleh sebagai berikut:
1.     Tanggal 8 Maret 2006    =  3 orang responden
2.     Tanggal 10 Maret 2006  =  2 orang responden
3.     Tanggal 11 Maret 2006  =   1 orang responden
4.     Tanggal 13 Maret 2006  =   2 orang responden
5.     Tanggal 14 Maret 2006  =   2 orang responden
6.     Tanggal 16 Maret 2006  =   4 orang responden
7.     Tanggal 18 Maret 2006  =   1 orang responden
8.     Tanggal 21 Maret 2006  =   3 orang responden
9.     Tanggal 22 Maret 2006  =   1 orang responden
10.   Tanggal 23 Maret 2006  =   1 orang responden
11.   Tanggal 24 Maret 2006  =   4 orang responden
12.   Tanggal 25 Maret 2006  =   2 orang responden
13.   Tanggal 26 Maret 2006  =   2 orang responden
14.   Tanggal 27 Maret 2006  =   3 orang responden
15.   Tanggal 29 Maret 2006  =   1 orang responden
                                                  _________________
                                                   32 orang responden
                                                                      
b.      Pada bulan April pengumpulan data dilakukan sepuluh hari, maka data yang diperoleh sebagai berikut:
1.     Tanggal 1 April 2006    =     2 orang responden  
2.     Tanggal 2 April 2006    =     3 orang responden
3.     Tanggal 4 April 2006    =     3 orang responden  
4.     Tanggal 8 April 2006    =     1 orang responden  
5.     Tanggal 9 April 2006    =     1 orang responden  
6.     Tanggal 10 April 2006  =     2 orang responden
7.     Tanggal 11 April 2006  =     2 orang responden
8.     Tanggal 12 April 2006  =     3 orang responden
9.     Tanggal 14 April 2006  =     3 orang responden
10.   Tanggal 16 April 2006  =     2 orang responden
                                                __________________
                                                  22 orang responden
                                                                                 
2.      Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari PT Unilever Indonesia, Tbk

3.8       Teknik Pengolahan data
Dalam penelitian ini menggunakan skala Likert, proses pengolahan data dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut:
1.        Memberikan skala atau bobot dari jawaban-jawaban kuesioner tersebut. Skala pengukur yang digunakan adalah skala likert, yaitu digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi, seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2003:86). Skala ini digunakan untuk memperoleh informasi dari responden mengenai persepsi brand associationmenurut pelanggan atau pembeli sabun mandi cair Lux.







2.         

Tabel 3.4

Skala Penilaian
Kategori
Nilai
SS (Sangat Setuju)
5
S (Setuju)
4
CS (Cukup Setuju)
3
TS (Tidak Setuju)
2
STS (Sangat Tidak Setuju)
1
Sumber: Sugiono, 2003:88

2.    Berdasarkan jumlah responden yang didapat pada penelitian lapangan dengan sampling aksidental 50 orang, maka dapat ditentukan bobot penilaian dengan menggunakan jarak yang dapat dihitung melalui nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut:
Jarak     =  (Nilai Tertinggi   X    Sampel)   -   (Nilai Terendah   X   Sampel)
       =            ( 5       X      50 )                -               ( 1     X     50 )
       =                  ( 250 )                          -                     ( 50 )
       =  200
3.    Dengan diketahuinya nilai dari jarak, maka dapat ditentukan interval dan perhitungan sebagai berikut:
                             200
Interval  =  _________  =  40
                               5

4.        Setelah diketahui intervalnya, maka penilaian persepsi konsuman dapat dikelompokan sebagai berikut:
5.         

Tabel 3.3

Kriteria Penilaian
Interval Kelas
Kriteria Penilaian
210 – 250
Sangat Baik
170 – 209
Baik
130 – 169
Cukup Baik
90 – 129
Tidak Baik
50 – 89
Sangat Tidak Baik
        Sumber: Sugiono, 2003:88